Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Stok Beras Aman, Harga Jadi Perhatian

Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Stok Beras Aman, Harga Jadi Perhatian

DENPASAR — Memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan peredaran beras berjalan sesuai ketentuan, Tim Satgas Pengawasan Mutu dan Harga Beras Tahun 2026 melaksanakan pengawasan langsung di sejumlah titik distribusi dan penjualan beras di wilayah hukum Polda Bali, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut menyasar Toko Sinar di Pasar Kreneng, Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, serta CV Sumber Pangan di Jalan Mahendradata, Denpasar. Pengawasan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi stok, harga jual, distribusi beras, sekaligus memastikan tidak terjadi praktik yang dapat merugikan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan dan kecukupan kebutuhan beras di wilayah hukum Polda Bali terpantau aman dan terpenuhi dengan baik. Tim juga tidak menemukan adanya penyimpangan maupun praktik penimbunan yang dilakukan oleh pelaku usaha.

Di sisi harga, tim menemukan bahwa harga jual beras, baik kategori premium maupun medium, masih berada di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut diketahui berkaitan dengan tingginya harga pembelian beras dari tingkat produsen atau hulu.

Sementara itu, distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terpantau berjalan lancar dan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim tidak menemukan adanya penyimpangan dalam penyaluran beras SPHP.

Menindaklanjuti temuan terkait harga, Satgas Pangan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mengedepankan langkah preemtif, persuasif, dan edukatif. Para distributor dan pedagang diberikan edukasi serta teguran agar segera melakukan penyesuaian harga jual sehingga tetap mematuhi ketentuan HET yang berlaku.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri bersama instansi terkait untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras yang cukup, bermutu, dan dengan harga yang sesuai ketentuan.

«“Kami memastikan ketersediaan beras di Bali dalam kondisi aman dan terpenuhi. Dari hasil pengawasan, tidak ditemukan adanya penimbunan maupun penyimpangan dalam distribusi beras SPHP. Namun, kami menemukan harga jual beras premium maupun medium masih berada di atas HET yang antara lain dipengaruhi tingginya harga dari tingkat produsen atau hulu,” ujar Kombes Pol. Ariasandy.»

Menurutnya, Satgas Pangan Polda Bali akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap rantai pasok pangan, mulai dari distributor hingga tingkat pedagang.

«“Kami mengedepankan langkah persuasif dan edukatif. Para pelaku usaha kami berikan pemahaman dan teguran agar menyesuaikan harga jual dengan ketentuan yang berlaku. Prinsipnya, pengawasan ini bukan semata-mata untuk menindak, tetapi untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan hak masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tegasnya.»

Kombes Pol. Ariasandy menambahkan, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena berdasarkan hasil pemantauan, stok beras di wilayah Bali dalam kondisi aman.

«“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras terpantau aman. Kami bersama seluruh pihak terkait akan terus mengawasi distribusi dan perkembangan harga di lapangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.»

Pengawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Pangan Polda Bali untuk menjaga stabilitas pangan di Bali melalui pengawasan langsung, komunikasi dengan pelaku usaha, serta langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan dalam rantai distribusi pangan.